Wujudkan Kampus Untuk Para Pejuang Qur'an

Iman Yamin Achmad Rajab, santri asal Jailolo, Maluku Utara, kini tengah berada di perantauan. Tinggal Pesantren Takhassus Daarul Qur’an di Cinagara, Bogor, ia memantapkan langkah untuk menghafal Al Qur’an. Berasal dari Timur Indonesia, daerah pesisir ini mempunyai suku dan budaya lokal yang khas. Tak gentar melangkah mengikuti Program Beasiswa Daarul Qur’an untuk santri yang memiliki potensi dari berbagai pelosok negeri.

“Alhamdulillah saya telah menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 juz,” imbuhnya.

Setelah lulus, ia  ingin mengabdi di kampung halamannya, Bobanehena, Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat.

Iman adalah salah satu dari sekian banyak alumni Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an yang insya Allah akan menghiasi Institut Daarul Qur’an, sebuah kampus yang didedikasikan untuk para pembumi Al-Qur’an.

“Iman ingin memberikan mahkota untuk orangtua dan bisa manfaat untuk kampung halamannya,” ungkapnya.

Kecintaan Iman kepada Al-Qur’an membuatnya ingin terus belajar dan menjadi ahli Al-Qur’an. Untuk mewujudkan itu semua Ia ingin sekali melanjutkan pendidikannya lebih tinggi. Untuk itu, kami berikhtiar membangun Institut Daarul Qur’an. Sebuah perguruan tinggi yang akan dibangun di Cipondoh Ketapang, Tangerang di atas tanah 7.000 m2, dan akan menampung ribuan mahasiswa per tahun.

Melalui kampus ini kami ingin memberikan alternatif pendidikan tinggi yang berbasis karakter Qur’ani bagi masyarakat Indonesia dan memberikan kesempatan beasiswa bagi Mahasiswa yang berprestasi.

“Ada 90 ribu an santri tahfiz yang Daarul Qur’an naungi di 30 pesantren dan 1.000 rumah tahfiz dan melaui program Qur’an Call dan Beasiswa Tahfidz Qur’an. Diantara mereka 90% nya gratis. Pembangunan Institut Daarul Qur’an adalah ikhtiar agar mereka bisa terus belajar untuk mempersiapkan diri menjadi pendidik, pemimpin dan entrepreneur yang berkarakter Qur’ani,” Ustad Anwar Sani

Dengan bersama mewujudkan perguruan tinggi ini, kami ingin mencetak kader-kader tahfizh, generasi Qur’an dan para calon pemimpin masa depan yang handal dengan program studi sebagai berikut:

Selain itu, keunggulan Institut Daarul Quran adalah akan ditekankannya pembinaan “Daqu Method”. Yaitu, melaksanakan yang wajib dan menghidupkan yang sunah.

Insya Allahpembangunan Institut Daarul Qur’an akan dimulai pada 27 April 2019. Harapannya juga izin dari Kemenag dan Dikti turun sekitar bulan Juli maka kegiatan kegiatan kuliah akan dimulai berjalan pada bulan September 2019 dengan menggunakan sarana Pesantren Tahfizh Daarul Quran terlebih dulu.

Rasulullah saw bersabda:

“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.” (HR Muslim)

Untuk itu, Daarul Qur’an meyakini bahwa sedekah yang paling produktif adalah pendidikan, berbasis Al Quran.

Jadi, mari bersedekah bantu pembangunan Institut Daarul Quran yang insya Allah sangat penting untuk hadirnya generasi masa depan yang berkarakter Qur’ani.

Semoga sedekah Anda menjadi amal jariyah yang menambah timbangan dan mengalirkan terus kebaikan kita seiring tersebarnya dakwah dan kebermanfaatan lulusan Institut Daarul Qur’an di seluruh Indonesia dan dunia.

Untuk Mendukung Program ini Caranya :

1. Klik tombol “SEDEKAH SEKARANG”
2. Pilih “NOMINAL” dengan klik “Panah Bawah” dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas “Komitmen Sedekah”
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur’an berada di kotak masuk/primary Anda.